Oleh: intiep | Januari 18, 2008

Baca-tulis di TK = pemerkosaan anak

Sekarang ini banyak sekali lembaga pendidikan yang mengelola Playgroup dan Taman Kanak-kanak yang menawarkan/menjamin anak yang disekolahkan disitu dalam jangka waktu beberapa bulan akan lancar baca dan tulis.(katanya ini sudah menjadi tuntutan pasar dalam hal ini orang tua murid??). Dari orang tua sendiri katanya kalau anaknya TK belum bisa baca tulis nanti nggak diterima di SD favorit. Sementara yang dikatakan SD favorit mengadakan seleksi masuk dengan persyaratan bisa baca -tulis alasannya akan mencari anak didik yang berkualitas (bibit unggulan).

Lantas yang menjadi pertanyaan saya “apakah memang sudah waktunya anak2 usia TK harus belajar baca tulis?”. Apakah sudah menjadi jaminan anak2 yang diusia ini pintar baca tulis nantinya akan tumbuh menjadi anak2 unggul? Apakah dengan cara bisa baca tulis kita benar2 bisa menggali dan mngembangkan potensi anak di masa golden age ?

Cobalah kita memikirkan kemampuan anak kita. Kita jangan memerkosa kemampuannya. Biarlah dia menikmati masa kanak2nya yang indah dengan keceriaannya (yang tentunya kita harus selalu memantau dan membimbing) . Janganlah kita menuntut terlalu tinggi kepadanya. Jangan kita jejali dia dengan berbagai les (balet, renang, baca tulis, musik de el el) sementara kita tidak memperhatikan perkembangan kejiwaannya. Lha mbok kita mengaca diri kita sendiri. Memang ada kasus beberapa anak yang jenius yang bisa mengikuti dan memang mempunyai kemampuan itu.

Ini semua tentunya menjadi tanggung jawab kita untuk meluruskan kembali. Dinas Pendidikan harus bisa menentukan secara tegas apa yang menjadi kurikulum TK dan apa yang menjadi kurikulum SD. Para memerhati anakpun juga harus mengkaji ulang kurikulum Taman Kanak-Kanak, karena pembelajaran di banyak TK sekarang ini sudah menjurus pada pemerkosaan anak.

Semoga kita bisa menjadi orang tua yang arif, yang bisa mencarikan pilihan yang tepat untuk anak kita. Amiiiiiiin……..

http://intiep.wordpress.com


Tanggapan

  1. tidak salah memang orang tua selalu kepengen yang terbaik untuk anaknya. Namun harus kah kita paksakan…padahal anak masih belum masanya unut itu.Setuju saya dg pendapat ibu Perlu koreksi terhadap pendidikan kita, yang pertama pengawas TK-SD harus segera menindak SD yang melakukan tes-tes semacam itu. Saya jg menulis hal seperti ini di homeschooling
    –dewisang.wordpress.com–

  2. o…begitu to

  3. Pada dasarnya orang tua mengikuti paradigma yang sudah kono. Tapi mereka juga tidak mau dan tidak bisa disalahkan, pasalnya pendidikan negara ini yang sebenarnya berantakan. Sekolah faforit ingin generasi yang instant tapi belum tentu unggul. (menurut saya sih?)anak-anak yang mahir CALISTUNG di SD-nya belum tentu sukses di SMP atau SMAnya, tapi jika mereka berhasil belum tentu memiliki moral dan akhlaq yang mulia.

  4. seharusnya orang tua lebih menghargai keinginan anak.dan tdk harus menuntut anak untuk tingkatan yg blum bs di trima oleh si anak,tiap anak2 mmpunyai daya pikir yg bbeda -beda.maka dr itu pranan orang tua dlm kberhasilan pendidikan anak sjak dini sangt di butuhkan.

  5. Kalau mengharapkan pemerintah untuk melakukan perubahan, aduh, susahnya. Bagaimana kalau membuat sekolah sendiri saja? … seperti kami, di Sekolah Bintang Bangsaku (bawana.wordpress.com)

  6. hai..ikutan ya…
    iya…aku juga bingung…, sebagai guru tk kadang hati nurani bertentangan, aku gak ingin ngajari baca tulis (dalam arti harus mata anak-anak tertuju pada satu titik yaitu buku saja)anak-anakku tapi entah menyalahkan siapa, kayaknya kita semua harus instrospeksi diri, orang tua, guru, lembaga sekolah dan terutama pemerintah……karena yang akan jadi korban anak-anak bangsa, yang diharapkan jadi anak-anak taguh penerus bangsa tapi malah jadi korban kita semua, tolonglah….pak mentri….lihatlah turunlah ke bawah…, lihat apa yang terjadi pada nasib anak-anak negeri ini….beri kebijaksanaan yang sebijaksana-bijaksananya pada dunia taman kanak-kanak dan sekolah dasar, agar anak-anak bisa menikmati hak mereka…, hak untuk mendapatkan yang terbaik yang tidak hanya berkutat pada baca tulis saja…, aku sangat setuju pada tulisan di atas, semoga dibaca oleh “orang-orang pintar”di negeri ini…
    kadang di setiap akhir doa…,aku pribadi selalu mohon ampun…., ampunan akan dosa pada anak-anak…..
    entahlah siapa yang salah….
    lembaga tk yang bersaing mendapatkan murid untuk mempertahankan eksistensi lembaganya karena tk adalah lembaga mandiri???orang tua yang ingin membanggakan anaknya dan menginginkan anaknya diterima di sekolah favorit????
    guru-guru yang akhirnya mengikuti arus????
    pemerintah yang lemah dan tak peduli pada nasib anak-anak??? dan sekolah sd yang akhirnya menerapkan sistem seleksi???? entahlah….dan akhirnya…, anak-anak kitapun jadi robot hidup….ayolah…kita semua instrospeksi diri demi anak-anak kita…..
    let’s love our kids, try to undurstand them and their world


Beri tanggapan

Your response:

Kategori