Punahnya Permainan Tradisional

Sejalan berkembangnya teknologi maka berkembang pula jenis mainan anak-anak. Di perkotaan anak-anak lebih banyak bermain di mal-mal. Mereka lebih mengenal permainan-permainan modern seperti timezone, PS, internet, dea-deo dsb. Sedangkan permainan-permainan tradisional seperti kasti, dakon, gundu, gobak sodor, engklek dll mereka tidak pernah tahu. Selain karena lingkungannya cenderung individual (hidup diperumahan) orang tua atau gurunya tidak ada yang mengajarkan. Bagaimana kalau permainan rakyat ini hilang dari Indonesia?

Solusi yang sederhana mungkin tiap-tiap sekolah (SD maupun TK) mengajarkan permainan-permainan tersebut kepada anak didiknya. Mengajarkan disini tidak hanya secara teori tetapi juga harus dipraktekkan. Jadi generasi anak-anak kita tetap mengenal budaya tradisional kita. Apakah takut kalau dikatakan tidak modern? Jangan takut, karena yang modern itu belum tentu semuanya baik. Jangan sampai kejadian reog di Malaysia terulang lagi. Siapa yang punya ide melestarikan budaya trasional silahkan memberi masukan ke blog ini. :D

http://intiep.wordpress.com

9 Comments (+add yours?)

  1. deni aryani
    May 06, 2008 @ 10:12:06

    saya sangat tertarik, memang seharusnya orang tua mengenalkan pada anak-anak tentang kekayaan tradisi indonesia yang sangat kaya segi edukasinya sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi insan yang bijak dan santun dalam berperilaku.

    Reply

  2. muslih
    Jun 05, 2008 @ 08:51:28

    kami sangat setuju, karena kami menerapkan sendiri di sekolah yang kami kembangkan. di sekolah kami permainan tradisional menjadi permainan favorit anak – anak karena mengasah kerjasama, kekuatan dan rasa sosial diantara murid. namun kami juga mempekenalkan permainan masa kekinian supaya mereka tetap bisa menyesuaikan diri lingkungannya.

    Reply

  3. Bulin
    Jun 19, 2008 @ 21:31:54

    Bikin wadahnya! sepertinya kita harus mulai berfikir untuk berinvestasi di area ini. bnyak sekali potensi dari ‘telur kebudayaan’ seperti ini.

    syukur masih ada yang concern kayak kamu, mari bergerak!

    Reply

  4. rochmad
    Nov 16, 2008 @ 08:57:40

    uqi’,sanjang
    saya juga setuju ketika permainan tradisional yang penuh dengan nilai edukasi, kerjasama, mengasah ketrampilan, dan kecerdasan dihidupkan kembali. jangan sampai permainan tersebut punah ditelan zaman

    Reply

  5. santi
    Jan 02, 2009 @ 17:57:33

    Saya salah satu pendidik di TK, saya sangat miris dengan tidak dikenal lagi permainan tradisional pada anak-anak jaman sekarang, yang diakibatkan oleh lahan bermain yang sudah sangat sempit sifat orang yang indiviulisme yang menjadikan permainan tradisional lambat laun akan punah. Sehingga saya terus memperkanalkan permainan tradisional untuk di lesatarikan dan dapat dicintai lagi oleh masyarakatat walaupun hanya di kenalkan pada anak-anak TK, sehingga permainan tradisional tidak punah.

    Reply

  6. Kelik Supriyanto
    Jan 25, 2009 @ 04:31:17

    Biar dolanan anak tidak punah. Boleh kok mbak Inti ikut ngirim cerita tentang dolanan jaman dulu ke blog saya ini. Nostalgia waktu kecil gitu lho mbak. Salam kenal.

    Reply

  7. gasing indonesia
    Mar 07, 2009 @ 03:32:56

    Manusia sebagai makhluk yang berbudaya dalam kehidupan sehari-hari melakukan berbagai aktivitas. Aktivitas tersebut merupakan refleksi dari kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya, dengan alam, dan dengan Tuhan. Kebutuhan yang diperlukan manusia selain kebutuhan fisik, juga non fisik yang menyangkut rasa keindahan, rekreasi, bermain, pembinaan mental, dan lain-lain. Oleh karena adanya kebutuhan kebutuhan itu, masyarakat mewujudkannya dalam berbagai aktivitas budaya yang akhirnya menjadi milik bersama.

    Salah satu bentuk aktivitas yang dilakukan masyarakat adalah permainan rakyat. Adanya aktivitas ini untuk memenuhi kebutuhan akan pembinaan jasmani dan sikap mental. Adapun munculnya permainan rakyat bermula dari usaha manusia untuk mengisi waktu luang, yang kemudian berkembang menjadi alat untuk membina ketrampilan dan sikap dalam bergaul yang lebih luas. Permainan rakyat hidup dan berkembang dalam masyarakat secara turun temurun dan bentuknya relatif tidak berubah serta dirasakan sebagai milik bersama. Permainan rakyat biasanya dilakukan secara perorangan maupun kolektif.

    Gasing merupakan salah satu permainan rakyat yang bersifat tradisional yang telah dikenal secara luas di Nusantara sejak masa lampau hingga kini. Daerah asal permaianan dan penyebarannya secara kronologis di wilayah Nusantara belum diketahui secara pasti. Menurut informasi dari orang-orang tua penggemar permainan ini, permainan gasing di wilayah Pulau Tujuh (Natuna), Propinsi Kepualauan Riau, gasing telah ada sejak jaman penjajahan Belanda, bahkan jauh sebelum masa itu.

    Reply

  8. seeskha
    May 11, 2009 @ 12:59:15

    yipi setuju banget…!!! dulu waktu aku massih duduk di SD mainan tradisional tersebut masih ada di lingkungan tempat tinggalku, tapi sekarang semua itu sudh jarang di temui,, hanya sesekali aku lihat anak anak yang bermain dengan mainan tradisional, saat ini lebih banyak anak yang senang bermain dengan permaianan modren dan tak jarang anak ankak sekarang sama sekali tidak mengenal seperti aapa permainan tradisional itu dan macamnya apa sajaa, bukannya permaiann tradisional itu merupkan permainan edukatif, selain itu permainan tradisional juga mengajarkan anak anak untuk bersosialisasi. tapi apa masih ada tempat atau lahan yang cukup untuk bermain di zaman seperti ini??/

    Reply

  9. FRIEDA
    Dec 12, 2010 @ 19:58:00

    gimana kalau buka toko mainan tradisional lalu di depannya ada halaman yang siap untuk tempat bermain ala zaman 90’an

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: