Lawan HIV/AIDS = Kondomisasi ???

Peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember lalu agaknyaperlu kita cermati. Kenapa demikian? Karena peringatan hari AIDS ini diikuti oleh ribuan pelajar di seluruh Indonesia sedangkan salah satu acaranya berupa pembagian kondom. (Kebetulan anak saya menjadi duta sekolahnya untuk mengikuti acara tsb). Tentunya banyak para  pelajar yang masih remaja ini bingung dan hanya tersenyum-senyum menerima kondom gratis tersebut. Apakah pembagian kondom ini cukup efektif untuk penjegahan penularan HIV/AIDS? Bagi sebagian mungkin iya, tetapi bagi remaja-remaja ini mungkin akan justru akan meningkatkan penyakit ini. Karena bisa jadi mereka justru akan mencoba menggunakan pembagian kondom tersebut dengan sesama temannya. Nah lho?……Kalo sudah seperti ini nanti siapa yang akan disalahkan?

Kampanye kondomisasi ini sebaiknya perlu dibatasi tempatnya. Oke mungkin diwilayah lokalisasi, yang tentu saja disitu sumbernya penyakit ini. Tetapi kalau ditempat-tempat umum kayak mall atau sekolah-sekolah jangan deh. Itu malah mendukung pergaulan bebas atau seks bebas dikalangan remaja. Perlu diketahui  : menurut Dr. Joserizal Jurnalis, Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bahwa ukuran pori-pori kondom lebih besar daripada ukuran virus HIV! Mau tau ukurannya? Ukuran pori-pori kondom 1/60 mikron dalam keadaan tidak merenggang dan 1/6 mikron dalam keadaan merenggang, sedangkan ukuran virus HIV/AIDS adalah 1/250 mikron! ( Sumber harian Republika Senin, 15 Desember 2008). Nah, dari data ini bisa dilihat betapa sia-sianya pencegahan virus HIV/AIDS itu dengan kondom karena virus tersebut akan dengan mudahnya masuk menebus pori-pori kondom. Hiiiiiiii…..ngeriiiiii……

Lantas apa yang akan kita lakukan untuk pencegahan HIV/AIDS ini?

- Pemberantasan narkoba karena penularan HIV/AIDS tertinggi melalui napza suntik (49,1%)

- Melarang dan menindak perilaku seks bebas

- Mengkarantina orang-orang yang sudah positif terkena virus HIV/AIDS

- Penanaman moralitas dan keimanan pada generasi muda

- Peningkatan kepedulian orangtua terhadap perkembangan anak-anaknya.

One Comment (+add yours?)

  1. panda
    Feb 21, 2012 @ 16:38:32

    wah, kalau mengkarantina berat dong,… ada ibu2 tanpa dosa yang mendapat penularan karena suaminya, ada anak2 yang dapet karena ibunya, dan orang2 yang sengaja. bagaimanapun, ODHA adalah manusia seperti kita, bedanya ia lebih menderita sedangkan kita tidak begitu peduli kalau cara tersebut dilakukan. lebih baik cara biasa saja, ODHA diobati agar titer virusnya ga bikin penularan,.. CMIIWW

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: