Proses panjang pemilihan Gubernur Jatim terasa melelahkan. Sebagai rakyat biasa kita hanya bisa melihat, membaca, mendengar dan kadang bersedih menyaksikannya. Seakan tiada berujung “pertikaian” para calon gubernur itu. Tahap demi tahap selalu ada ketidakpuasan. Kalau boleh menjerit…kita akan menjerit sekeras-kerasnya bahwa saat ini kita butuh seorang pemimpin yang berjiwa besar, yang mengutamakan kepentingan rakyatnya, yang tidak egois, yang legowo sesuai janjinya dulu “siap menang dan siap kalah”.
Akhirnya MKpun mengetokkan palunya memutuskan siapa pemenang Pemilihan Gubernur Jatim yaitu pasangan Pakde Karwo-Gus Ipul. Biarpun masih ada ganjalan dikubu bu Khofifah…yang khabarnya mau menggugat KPU. Waduh…waduh… Semoga ini tidak akan terjadi. Karena proses pemilihan Gubernur Jatim adalah proses yang paling panjang sepanjang sejarah pemilihan Gubernur di Indonesia. Di samping itu….biayanyapun juga paling fantastis …….sekitar 1 triliyun. Wauw….
Semuanya baik itu masyarakat, para tokoh masyarakat, alim ulama, para kandidat…dan semuanya…sekarang kita waktunya untuk bersikap dewasa. Pembangunan di Jatim lebih memerlukan uluran tangan dari kita semua, daripada kita hanya membuang waktu dan energi untuk gugat menggugat proses pemilihan ini. Demokrasi itu memang kadang hasilnya menyakitkan….tapi apapun kita harus bisa legowo menerima semuanya. Saya juga sangat bangga dengan semangat bu Khofifah…karena saya pengagumnya. Beliau adalah salah satu wanita terbaik yang dipunyai Jawa Timur. Saya yakin beliau akan bisa bersikap yang bijaksana. Amiiiin…