Kuota 30% wanita di parlemen

Menjelang pemilu 2009 nanti beberapa partai telah menyiapkan kader2 wanita/perempuan untuk dimasukkan dalam kepengurusan maupun digadang-gadang untuk menjadi calegnya nanti. Tetapi didalam hati saya bertanya-tanya, apakah memang harus ditentukan sampai 30%? Apakah ini bentuk pengejawantahan emansipasi? Sudah siapkah para ibu mengembangkan sayapnya?

Andaikan Cici yang seorang ibu dari 4 anak ini menjadi anggota legeslatif, siapa yang mengurus dan memantau anak-anaknya? Pembantu? Babysiter? Atau suaminya? Padahal suaminya sudah super sibuk! Sebagai anggota legislatif dia harus mengikuti banyak sidang, harus kunjungan ke daerah-daerah, harus study banding keluar negeri dll. Atau dia tidak usah mengikuti kegiatan2 itu (sekedar numpang nama????….) tapi dapat gaji. hehehe…kok enak! Satu lagi pertanyaan, bagaimana kalau dia melahirkan lagi? Cuti……? Oalah….kok repot banget………!

Saya bukannya tidak setuju emansipasi, tapi saya mengingatkan untuk tidak kebablasan. Kita sudah diangkat tinggi derajat kita oleh Allah SWT. Kita sudah diberi amanat untuk mengandung, melahirkan dan mendidik anak2 kita. Bukankah surga tidak dibawah telapak kaki bapak??? Ketika Rasulullah ditanya siapa yang harus dihormati, beliau menjawab “ibumu” sampai 3x yang keempatnya baru “bapak”. Itu semua karena ibulah yang banyak memberikan sentuhan pada diri seorang anak. Ibulah yang banyak membimbing dan mengarahkan anak, sehingga hubungannya lebih dekat.

Dari beberapa hal diatas, saya akan memberikan usulan tentang kuota perempuan di parlemen/legeslatif. Yaitu harus ada syarat2 yang harus ditentukan jika wanita duduk sebagai anggota legeslatif , sebagai berikut :

1. Perempuan yang belum menikah

2. Perempuan yang sudah menikah tapi anaknya sudah besar2

3. Perempuan yang sudah menikah tapi memang tidak bisa punya anak.

4. Perempuan yang sudah menikah, sudah punya anak (seperti Cici) tetapi suaminya bersedia menggantikan posisi dan fungsinya.

Ini semua hanya sekedar usulan yang berangkat dari kegelisahan hati saya. Apabila ada yang tidak setuju ya……..mohon maaf. Semoga kita bisa merenung dan menyadari fitrah kita masing2.

Wassalam.

https://intiep.wordpress.com

10 Comments (+add yours?)

  1. lazir
    Jan 21, 2008 @ 14:26:41

    saya setuju buk, soalnya baik buruknya anak juga pernah saya baca dari seorang ibu sebagai induk seorang anak…. yang membimbing dan mengarahkan kruci-krucilnya heee…….
    Bravooo…..🙂

    Reply

  2. flam
    Feb 23, 2008 @ 12:54:38

    hoiii….sadar…hare gene masih mikir pekerjaan domestik tanggung jawab perempuan, sadarrr…

    Reply

  3. masseko
    Mar 29, 2008 @ 22:10:50

    biar aja mereka menetapkan kuota yg tinggi, mbak. mau 30%, 50%, 60%…. toh partai politik sendiri yg nantinya akan kebingungan mengisinya.

    Reply

  4. rinrin
    Apr 11, 2008 @ 10:23:33

    perempuan jadi wanita karir atau anggota legeslatif kenapa tidak??? perempuan juga punya hak yang sama dengan laki2 untuk mengaktualisasikan ilmu, ide dan gagasan untuk kemajuan umat dan negara… meskipun harus disadari bahwa kodrat perempuan adalah sebagai ibu yang punya peran untuk taat pada suami dan mendidik anak…

    Reply

  5. layung
    Apr 18, 2008 @ 11:22:35

    setuju banget flam!!!
    seharusnya, sebagai perempuan justru harus bertanya; kenapa cuma 30% saja; kenapa tidak 50% atau 51%; atau 75%…
    lhah kalau semua perempuan Indonesia berpikir seperti Anda semua ya mau jadi apa kita-perempuan-? Sadar!!! Dalam setiap hal perempuan Indonesia masih sangat tertindas. Bahkan kuota 30% pun tak ada artinya untuk menghapus ketertindasan-ketertindasan yang setiap hari jadi makanan kita namun sayangnya banyak yang tidak menyadarinya.

    Reply

  6. Anonymous
    Jul 26, 2008 @ 07:56:34

    try.

    berkarier sich boleh saja, tapi jgn lupa kodrat sebenarnya kaum perempuan.jgn lupa kewajiban pada anak dan suami.

    Reply

  7. shizuka
    Aug 28, 2008 @ 15:32:11

    kayaknya mba terlalu hiperbol deh..
    sia2 aja dong perjuangan kartini dulu…..

    Reply

  8. Sulis
    Oct 23, 2008 @ 14:47:01

    aq setuju banget dengan Mbak Intie..
    Buat Layung:
    kalo yang menjadi tuntutan adalah PERSAMAAN HAK dengan laki2 kenapa mesti harus ada kuota? Apakah laki2 diberi kuota untuk menjadi anggota legislatif?
    Menurutku pemberian kuota itu seperti MENGEKSKLUSIFKAN perempuan, artinya bukan MENYAMAKAN KEDUDUKAN karena dengan kuota berarti perempuan dianggap dan diperlakukan seolah2 kalo tanpa kuota perempuan ngga bisa masuk lembaga legislatif. Apa ini ngga lebih menyinggung perasaan perempuan karena seolah2 keberadaan mereka hanya untuk memenuhi kuota saja. Kalo mau emansipasi ya mestinya ikut saja aturan main yang ada – jangan menuntut diperlakukan EKSKLUSIF – dengan kuota. Bukankah pemberian kuota berarti meberikan PEMBEDAAN dan bukan PERSAMAAN? Bukankan tidak ada undang2 yang mengatur bahwa presiden RI harus digilir untuk dijabat oleh laki2 dan kemudian perempuan – tapi buktinya Megawati bisa jadi presiden – terlepas dia berhasil melaksanakan tugas dengan baik atau ngga. Mestinya sama dong dengan kesempatan perempuan untuk berkiprah di lembaga legislatif…Kalo mau dan mampu ngga ada koq yang bisa menjegal – kecuali kalo UUnya menyatakan bahwa komposisi perempuan maksimal sekian %…. Jadi kalo memang esensinya mempertanyakan PERSAMAAN maka justru biarkan UU atau aturan2 yang ada tidak mencantumkan kuota2 tertentu bagi gender tertentu…

    Reply

  9. the sar x
    Nov 06, 2008 @ 19:30:05

    saya setuju atas pendapat anda , memang kuota 30% wanita itu politis atau rasionalis , karena melihat wanita adalah sosok yang disibukan dengan urusan rumah

    Reply

  10. arddalo
    Mar 13, 2009 @ 10:51:22

    secara singkat sebuah pertanyaan muncul saat membaca tulisan ini…apa dasar kuota 30%? dari sanalah kita mulai bertanya berbagai hal esensial tentang keterlibatan perempuan dalam politik…bukankah semua pengetahuan yang kita miliki berawal dari sebuah pertanyaan…di sanalah hal esensial makna kuota 30% dapat dipertanggungjawabkan, mengapa perempuan harus terjun langsung dalam perpolitikan bangsa ini.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: