Belajar dari induk ayam

Siang itu berjalan induk ayam bersama tujuh anaknya yang masih kecil-kecil. Mereka mencari makan. Tiba-tiba sang induk menemukan cacing yang besar maka dia memanggil anak-anaknya untuk diajak menyantap makan bersama. Kruk kruk kruk datanglah ketujuh anak-anaknya. Selesai makan mereka berjalan lagi, tiba-tiba mendekatlah seekor ayam. Tanpa ba bi bu sang induk memekarkan bulu-bulunya sambil mengejar ayam tersebut. Setelah ayam tersebut lari dia kembali ke anak-anaknya. Alhamdulillah……..anak-anaknya selamat.

Merasa masih lapar sang induk mengajak anak-anaknya berjalan mencari makan lagi. Tetapi ditengah jalan bertemu gerombolan anak-anak kecil yang sedang bermain. Tahu anak ayam yang lucu-lucu, anak-anak ini berusaha menangkapnya. Alangkah terkejutnya si induk ayam. Dia lari pontang panting mengejar anak-anak yang mengganggu anaknya. Akhirnya……..alhamdulillah anak-anaknya aman.

Karena terancam, si induk mengajak anak-anaknya kembali ke kandang. Sampai di sebuah pekarangan, tiba-tiba ada kilat menyala di langit. Spontan dia membuka lebar-lebar kedua sayapnya. Ketujuh anaknyapun berlari dan berlindung dibawah sayap induknya. Merasa semua anaknya sudah berkumpul dia menutup kembali sayapnya. Dia mendekap erat semua anaknya. Sang induk seolah tidak mau anaknya melihat atau mendengar gangguan apapun dari luar. Benar juga, tak lama kemudian terdengar petir menyambar. Duar……. suara petir menyambar. Alhamdulillah…..anaknya-anaknya terlindungi. Setelah itu cepat-cepat semua berlari pulang ke kandangnya. Hari ini induk dan anak-anak ayam itu selamat.

Wahai para ibu semua, cobalah kita bersama belajar dari induk ayam diatas. Betapa sayang dan cintanya dia terhadap anak-anaknya. Dia harus melindungi anak-anaknya dari gangguan dan ancaman. Marilah kita melindungi anak-anak kita dari gangguan-gangguan dari luar. Baik itu dari makanan (banyak makanan yang disukai anak-anak tapi tidak sehat), minuman, tontonan (banyak acara TV tidak mendidik, Video), permainan (PS dll), pergaulan dll. Induk ayam saja bisa melindungi anak-anaknya, masak kita manusia tidak bisa???;)

 

 

 

https://intiep.wordpress.com

 

3 Comments (+add yours?)

  1. Aji Dedi Mulawarman
    Jan 23, 2008 @ 12:29:53

    sip…hidup ayam…😀

    Reply

  2. Ram-Ram Muhammad
    Jan 24, 2008 @ 10:02:38

    Belajar dari makhluk Allah… Subhanallah.
    Sekiranya kita bercermin dari induk ayam, alangkah malunya kita ketika menyaksikan masih banyak bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan orangtua kepada anaknya. Betapa setiap hari kita mendengar berita tentang bayi yang dibuang orangtuanya, dibunuh, ditelantarkan begitu saja, bahkan dijual guna memenuhi kebutuhan ekonomi sesaat. Alih-alih menjaga anaknya, saat ini kita masih menyaksikan bentuk-bentuk eksploitasi anak oleh orangtuanya sendiri.

    Malu kita sama ayam…😥

    Reply

  3. aletta
    Jan 25, 2008 @ 14:05:24

    salam kenal….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: