E. Sakazakii muncul, kembali ke ASI

Akhir-akhir ini tiba-tiba muncul sosok yang amat populer dikalangan ibu-ibu yaitu enterobacter sakazakii (moga-moga penulisannya gak keliru). Bagaikan sesosok gendruwo yang amat sangat menakutkan dan gak pernah kelihatan. Penemuan adanya bakteri di susu formula dan makanan bayi ini begitu menghebohkan masyarakat, hal ini karena penelitian dilakukan oleh lembaga pendidikan besar IPB maka hasilnyapun tidak diragukan oleh masyarakat awam. Pemberitaan media massa baik itu di koran, radio maupun televisi menambah semakin bombastisnya kasus ini.

Sebagai masyarakat awam mungkin kita bertanya-tanya kenapa sang peneliti atau pemerintah atau BPOM terkesan tidak mau mempublikasikan produk-produk yang tercemari bakteri tersebut? Takut atau kenapa? Bukankah ini sebuah penelitian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan? Atau hanya untuk sekedar menakut-nakuti masyarakat? Atau ada agenda yang lain? Waduh…jadi bingung nih mikir orang-orang pinter itu

Menurut pemberitaan banyak bayi-bayi yang sekarang ini diberi air tajin (biar lebih aman). Walah, kasihan sekali…. Untuk ibu-ibu (semoga ibu-ibu banyak yang ngeblog ya ) alangkah baiknya kalau kembali ke ASI. Memang banyak kendala untuk bisa memberikan ASI sepenuhnya pada buah hati kita. Ada yang karena bekerja diluar, ada yang sakit, ada yang nggak keluar air susunya dll. Padahal ASI itu komposisinya paling lengkap diantara susu formula apapun. Selain itu pemberian ASI ditanggung tidak terkontaminasi, tidak repot menyiapkan air panas dan sterilkan botol, Perlu diketahui bahwatidak mengeluarkan biaya tambahan untuk beli susu serta akan mendekatkan hubungan batin antara ibu dan buah hati kita. Meringankan bukan?? Tapi kenapa banyak yang nggak mau menyusui, padahal sang ibu juga dirumah saja? Takut badannya rusak? Padahal ini adalah sebuah karunia Allah SWT yang hanya bisa dilakukan oleh seorang ibu. Seorang ibu merasa bangga kalau menceritakan anaknya bisa menghabiskan susu sekaleng dalam 3 hari dibandingkan dia menceritakan nikmatnya menyusui sang buah hati. Bukankah susu kaleng itu adalah susu sapi? Sapi itu makanannya rumput! Kalau manusia makan nasi, telur, daging, sayur, buah dll yang tentu saja lebih komplit! Semoga munculnya enterobacter sakazakii ini membawa manfaat agar ibu-ibu kembali mau menyusui. Amiiin…..

3 Comments (+add yours?)

  1. parbutaran
    Mar 05, 2008 @ 01:48:17

    salam kenal

    Reply

  2. muhlis3
    Mar 05, 2008 @ 08:37:00

    walaah belum tau juga to. itu kepala Badan POM nya bukan Apoteker jadi tidak berkompeten, beliau itu mung nyasar di badan POM, jadi ya ragu dan bingung, nanti kalau menerbitkan daftarnya bisa dipecat dia. inilah hasil kisruhnya di menejemen kesehatan penuh dengan intrik dan kepentingan

    Reply

  3. Hidayat
    Mar 17, 2008 @ 12:30:54

    tidak semua ASI itu aman lho. cara ibu mengkonsumsi makanan juga bepengaruh pada kualitas ASI. Ketika kita masih gunakan DDT untuk menyemprot hama. banyak ASI yang terkontaminasi DDT. sayang kini belum banyak atau tyidak ada yang berani meneliti kontaminan logam berat atau pestisida pada ASI. takut kali. oleh sebab ityu jadilah ibu yang baik yang menjaga makanannya dengan yang halal dan berserah diri pada Allah agar kita terhindar dari gangguan syeitan. tentang publikasi sakazaki, itu memang ada di beberapa susu namun tidak setiap produk pasti ada. masalah ini hanya kontaminasi dari proses yang tidak baik. kejadian ini juga pernah terjadi di negara maju.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: