Guru Idaman (2)

Alhamdulillah setelah saya posting guru idaman (1) banyak masukan-masukan diantaranya ini saya tambahkan pada bagian kedua tulisan saya. Terimakasih atas masukan semua pihak semoga kita bisa benar-benar menemukan guru idaman tersebut.

Ini masukan dari sdr. Syafrudin ( abidawira@parisvanjava.org ), saya belum minta ijin untuk posting ke blog saya, untuk kebaikan semoga saudara saya ini gak marah…..?????

Menjelaskan sosok guru idaman, tidak perlu jauh – jauh, cermati lagi yang apa yang didengungkan oleh Ki Hajar Dewantoro, kelahirannya 2 Mei 1899 kita peringati sebagai Hardiknas.

1. Ing Ngarso Sung Tulodho
Kunci sukses pendidikan yang pertama dan utama adalah Akhlaq,  guru benar – benar harus bisa menjadi teladan dalam berakhlaq. Anak didik kebanyakan lebih percaya dengan gurunya daripada orangtuanya, karena guru dianggap tahu segala-galanya.  Untuk itu segala tingkah laku, sopan santun guru akan menjadi panutan muridnya. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

2. Ing Madyo Mangun Karso
Kunci sukses kedua adalah Minat dan Semangat Belajar.  Guru harus benar – benar menjadi penggali minat dan pemompa semangat belajar anak sehingga setiap anak mampu berpikir kritis dan belajar mandiri. Dengan kata lain CBSA.
Jadi sebetulnya guru tidak perlu banyak mengajar, justru lebih perlu banyak menggagas tentang beragam bintang prestasi di langit yang perlu setiap siswa gapai.

Teman saya bilang ke saya bahwa tugas guru itu ibaratnya bercerita tentang enaknya ilmu dan membangkitkan selera anak untuk melahap ilmu tersebut.

Keberhasilan tertinggi guru adalah jika mampu memgubah siswa yang mogok belajar menjadi siswa lebih pandai dari dirinya, bukan nanti setelah lulus kuliah, tapi pada saat ini.
Ini bukan tidak mungkin, karena otak anak dalam golden-age sedang otak gurunya sudah mulai telmi, waktu belajar anak lebih luas, sementara waktu belajar guru lebih terbatas, sumber belajar saat ini lebih banyak daripada sumber belajar ketika guru kuliah.

Tentu ada yang ingat Laskar Pelangi, kan -)

3. Tut Wuri Handayani
Kunci sukses ketiga adalah Pengasuhan dan Pengayoman,  guru harus benar – benar pengganti orang tua yang menerapkan Asah, Asih, Asuh, namun sekali lagi bukan dalam arti mengajar tapi mendidik.

https://intiep.wordpress.com

1 Comment (+add yours?)

  1. Syafrudin Abi-Dawira
    Jul 03, 2009 @ 11:00:45

    Maaf saya baru baca sekarang, jadi baru bisa menanggapi sekarang.

    Tentang ijin, pertama seharusnya tidak perlu, karena yang anda kutip kan dari Ki Hajar Dewantoro, bukan dari saya🙂

    Kedua, menurut kaidah, jika yang perlu minta ijin adalah jika mengutip dari blog orang lain, ini kan anda mengutip dari blog anda sendiri🙂.

    Kejujuran anda menyebut bahwa anda mengutip sudah sangat saya hargai.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: